Erwiber adalah Kelompok Pengelohan Sampah Mandiri (KPSM) di RW 13 Kel. Pasirjati, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung. Kelompok ini terbentuk pada tahun 2022 di pelopori oleh H. Aep (Bp Saepudin), Bp. Undang dan Bp Salamun Selaku Ketua RW 13 untuk mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri di lokasi RW 13 Pasirjati, Ujung Berung. ERWIBER bermakna RW 13 Bersih, Hijau dan Berkah bermaksud menjadikan lingkungan RW 13 peduli dengan sampah, menjaga lingkungan dan ekosistemnya supaya berperan sebagaimana mestinya.
Program kerja Erwiber dikenalakan dengan nama OSAMAH (Olah Sampah MEWAH) dengan Tagline #OlahSampahMewah dan Sampah Asik #SampahAsik. Ya, Sesuatu yang dibuat asik membantu meringankan beban pikiran dan tenaga dalam mengerjakannya.
ERWIBER memilih metode pengolahan Sampah Organik Dapur (SOD) yang merupakan peringkat tertinggi (momoknya masalah sampah) dengan pengurai Lalat Hitam (BSF) atau lebih dikenal dengan Maggot, sedangkan Non Organik menggunakan metode Sedekah Sampah yang dikelola oleh petugas sampah. Pengolahan SOD dilakukan di Balai Sawala Tani Jati Mandiri milik H. Aep Saepudin di Komplek Griya Jatiputra RT.05/RW.13, Pasir Jati, Ujung Berung, Kota Bandung.
Ruang Lingkup Kerja ERWIBER adalah RW 13 Ujung Berung dengan jumlah pendung kurang lebih 600 warga terdiri dari Komplek Griya Jatiputra, Ina Housing, Komplek Koperasi, Kampung Ciseupan dan Komplek Griya Asri. Dari jumlah penduduk dengan rata-rata produksi SOD 0,6Kg/Warga maka memproduksi SOD 360Kg/Hari atau sekitar 10 Ton/Bulan.
Kelompok kami terus mengembangkan diri dengan berbagai penelitian, diskusi, studi dan kegiatan-kegiatan lainnya serta mempersilakan warga atau masyarakat umum yang ingin belajar, konsultasi. memberikan inspirasi atau membantu tim pengolahan sampah dengan maggot di lokasi sesuai dengan komitmen kami untuk berKILAU dalam program kerja kami.
Selain itu hasil dari Maggot juga bisa dimanfaatkan oleh warga untuk kepentingan pribadi, hingga menjadi bisnis penunjang ekonomi sebagai penerapan sistem Osamah Terpadu.
Keterbatasan tempat, biaya dan tenaga kerja memunculkan strategi pengolahan sampah di kami, yaitu dengan :
1. Sosialisai ke Warga untuk Pilah Sampah Dari Rumah (Memisahkan SOD dengan Non Organik)
2. Pengambilan SOD dengan jadwal harian di masing-masing komplek atau kampung
3. Mengajak warga dan semua pihak untuk berkontribusi seperti
- Aktif dengan belajar mengenai olah sampah hingga tuntas kemudian menjalankan sendiri di tempat masing-masing,
- Aktif dengan tenaga untuk membantu tim pengolahan maupun
- Aktif dengan Iuran yang akan digunakan untuk membayar tenaga pengolah sampah
4. Mengimplementasikan Metode Siklus Terpadu atau Tak Terputus dilokasi pengolahan dengan memanfaatkan hasil Maggot hingga turunannya
Osamah Terpadu atau Tak Terputus saat ini menjadi andalan kami dalam menjaga kelangsungan ekosistem dalam pengelolaan dengan Maggot sebagai wujud Menjaga ekosistem sesuai dengan peran dan fungsinya, menjaga nilai ekonomis sebagai penunjang tim pengolah sampah
Kami yakin bahwa kami sangat terbatas baik Ilmu, Waktu, Fasilitas, Biaya dan hal-hal lainnya. Namun Kami dengan semangat dan komitmen untuk terus belajar, berusaha maksimal selalu bergerak dengan langkah pasti berlandaskan inspirasi kebaikan untuk kemaslahatan.
Segala bentuk dukungan, saran, kritik dan kontribusi dari berbagai pihak sangat menunjang dalam proses kinerja kami.
Tak Lupa kami Ucapkan Terima Kasih Yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat, semoga menjadi Keberkahan untuk semuanya.
SALAM,
ERWIBER-KILAU